Awal Perjuangan

1371509307

Awal Perjuangan

24 agustus 2015, hari pertama dimulainya semester pertama perkuliahan. Ini adalah hari yang cukup special bagi saya karena hari ini adalah hari pertama saya melaksanakan perkuliahan di kampus impian, kampus dua fakultas teknik Universitas Hasanuddin. Kampus ini merupakan kampus yang masih baru dan telah digunakan sejak awal tahun 2012 lalu, dan jika dihitung saya termasuk dalam generasi keemapat mahasiswa yang berkuliah disini.

Gaya arsitektur bangunan yang modern dipadukan dengan warna yang elegan menambah kesan berkelas berkuliah di kampus ini. Taman-taman yang dirawat setiap hari nampak subur dan rerumputan pekarangan kampus yang hijau membuat asri lingkungan kampus. Parkiran motor yang luas dan tertata rapih juga menambah keelokan kampus ini. Tidak heran apabila orang-orang yang melewati kampus sering terkagum-kagum.

Fasilitas yang tersedia di kampus teknik ini cukup lengkap diantaranya terdapat kantin, toko ATK, mushola, studio, aula, perpustakaan, dan juga wifi gratis. Selain itu, ruangan kelas yang terbagai menjadi dua jenis yaitu ruangan dengan kapasitas 50 orang dan ruangan dengan kapasitas 100 orang yang mempunyai pencahayaan yang sangat baik sehingga memudahkan mahasiswa untuk berkonsentrasi saat belajar di dalam kelas.

Petugas keamanan yang selalu aktif dan responsive setiap saat, saya pikir juga menjadi salah satu keunggulan kampus ini. Contohnya, saat acara pembukaan penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan di kampus ini beberapa waktu sebelumnya, para petugas keamanan sigap berdiri di pinggur jalan raya membantu mahasiswa untuk menyeberang jalan baik mahasiswa yang menggunakan motor atau yang sedang berjalan kaki. Kegiatan itu pun, masih berlangsung sampai dengan saya menulis artikel ini.

Petugas kebersihan kampus yang bertugas untuk menjaga kebersihan dan kerapihan kampus saya nilai juga berhasil. Mengapa tidak ? setiap hari ruangan kelas yang kotor, ambur adul, dan berantakan, akan menjadi bersih dan rapih pada keesokan harinya. Saya sendiri yang membuktikannya, maklum saya dan teman-teman saat itu mungkin lupa untuk membersihkan kelas dan keesokan harinya ketika memasuki ruang kelas yang sama betapa kagetnya kami ketika mendapati ruanga kelas tersebut telah kembali rapih dan bersih lagi. Dua jempol deh, buat petugas kebersihannya.

Suasana kampus yang kondusif menambah gairah belajar mahasiswa di kampus ini, terutama bagi mahasiswa baru seperti saya. Walaupun setiap hari mengenakan pakaian hitam putih dengan dasi hitam sehingga kentara MaBa-nya,  jarang saya temui adanya perbedaan perlakuan dari segenap civitas akademika Universitas Hasanuddin, tentunya apabila kita bersikap baik dan saling menghormati kepada mereka, apabila tidak, pasti lain ceritanya. Tetapi jangan khawatir apabila terdapat penjahilan-penjahilan yang dilakukan oleh senior-senior kepada juniornya anggap saja sebagai Shock Teraphy yang senior lakukan untuk membangun mental kita. Positive Thinking aja ya ?

Kata orang dunia teknik keras. Mungkin iya, karena ilmu-ilmu terapan yang dipelajari disini atau mungkin juga karena penjahilan-penjahilan yang dilakukan oleh senior. Pengalaman saya, setelah saya melakoni semester satu di fakultas ini pada awalnya terasa berat terutama pada mata kuliah ilmu pasti seperti fisika dan matematika yang merupakan dua ilmu dasar yang menjadi fondasi dari teknik itu sendiri. Namun, saya pikir itu bukanlah suatu masalah. Saya yang mengalami kesusahan tersebut, sampai saat ini terus berusaha untuk mempelajarinya dengan perlahan dan mencoba memahami materinya secara bertahap. Walaupun, itu membutuhkan banyak usaha, pengorbanan, dan keinginan yang kuat pastinya. Saya yakin, saya dan pembaca pasti bisa menaklukannya. Buktinya, saya bisa mendapatkan ips yang lumayan baik pada mata kuliah tersebut di semester ini.

Saya juga mengakui bahwa, peran teman-teman seperjuangan sangatlah besar. Tanpa bantuan serta pertolongan mereka, mungkin saya tidak bisa untuk memaksimalkan usaha belajar saya hingga saat ini. Ketika saya membutuhkan bantuan, mereka selalu ada dan bersedia untuk membantu saya. Ketika mereka kesusahan, saya pun tanpa ragu-ragu juga langsung membantu mereka. Inilah yang dinamakan solidaritas yang sebenarnya.

Itulah beberapa alasan yang membuat saya betah dan bersemangat untuk berkuliah di kampus ini. Saya tau, perjalanan saya masih panjang dan bukit-bukit tinggi juga masih menunggu untuk didaki namun saya akan berjuang untuk melaksanakan kuliah dengan sebaik-baiknya dengan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kapasitas akademik dan juga non akademik di kampus ini untuk menyiapkan diri agar bisa berpartisipasi dalam kancah keinsinyuran dunia nantinya.

 

 

Advertisements

One thought on “Awal Perjuangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s