Koroe Onowa’ku Sayang

Taman-Nasional-Wakatobi-keindahan-pantai

Saat ini, sampah telah menjadi masalah yang umum yang terjadi di lingkungan masyarakat. Fisiknya yang kotor dan berbau tidak sedap membuat orang sungkan untuk memegang bahkan menjauh darinya. Itulah sebabnya, banyak sampah yang berceceran disepanjang jalan maupun lingkungan di sekitar kita.

Sampah terdiri atas dua jenis yakni sampah organik dan sampah annorganik. Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari limbah hidup yang telah mati seperti sampah dedaunan dan bangkai hewan. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang terdiri atas limbah yang tak hidup, biasanya berupa sisa hasil pengolahan bahan tambang seperti kaleng aluminium, botol plastik, botol kaca dan sebagainya.

Pada daerah wisata, sampah merupakan masalah yang sangat serius, karena sampah dapat menurunkan kualitas keindahan suatu tempat wisata yang menyebabkan wisatawan menjadi tidak tertarik lagi untuk mengunjungi tempat tersebut karena merasa tidak nyaman dengan sampah yang berserakan dimana-mana.

Contohnya, di Kabupaten Wakatobi. Kabupaten Wakatobi adalah daerah kepulauan yang terdiri atas lima pulau besar yakni pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Kabupaten ini merupakan salah satu kawasan wisata utama di Indonesia, khususnya untuk wisata lautnya.

Kepoularitasan wilayah ini menjadikan wilayahnya masuk dalam nominasi 15 besar tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik versi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia pada tahun 2014.

Gelar Kabupaten Wakatobi sebagai Cagar Biosfer Indonesia kian membuat nama Kabupaten Wakatobi terkenal ke penjuru dunia, oleh karena itu pemerintah Kabupaten Wakatobi menitikberatkan pembangunan pada sektor pariwisata dengan visi “Mewujudkan Surga Nyata Bawah Laut Dijantung Segitiga Karang Dunia”.

Namun, nama besar kabupaten ini tidak menjadikan wilayahnya terbebas dari permasalahan sampah. Sampah pada beberapa tempat di daerah ini banyak berserakan disepanjang jalan raya, lingkungan perumahan, bahkan di tempat wisata sekalipun seperti di taman dan pantainya. Salah satunya di pantai Koroe onowa.

Pantai ini terletak di Pulau Wangi-Wangi tepatnya di Desa Waha Kecamatan Wangi-wangi. Pantai berpasir putih terang, lengkap dengan pohon kelapa yang berjejer disepanjang pantai, dan beberapa macam biota estuary lainnya mebuat orang yang berkunjung terpesona. Deburan ombak pantai ini yang berkilauan secara beulang datang menghempas pantai sehingga menambah harmonisasi alami kecantikan pantai.

Sayang, keindahan pantai ini sedikit terganggu oleh sampah yang berserakan disepanjang pantai dan dengan adanya abrasi pantai yang terjadi secara perlahan-lahan mulai mengikis pinggiran garis pantai ini.

Menurut peneletian yang telah dilakukan oleh Kelompok 5 kelas XII IPA 1 SMAN 1 Wangi-wangi, sampah yang ditemukan di pantai ini terdiri atas beberapa sampah organik dan anorganik seperti botol plastik dan kaca, sandal karet, pipa bekas, bungkusan mi instan, bungkusan detergen dan gabus yang merupakan sampah annorganik dan beberapa buah kelapa tua, dedaunan mati, serta kumpulan lamun yang telah mengering yang bertaburan secara melintang disepanjang pantai ini.

image018

Menerut beberapa sumber mayoritas sampah yang berada dipantai merupakan sampah kiriman dari tempat lain yang kemudian dibawa oleh ombak laut kemari karena pengaruh pergantian musim, yaitu musim angin barat dan angin timur. Selain itu, perilaku manusia yang merusak seperti membuang sampah ke laut juga memperparah permasalahan sampah di pantai ini yang akhirnya menyebabkan bertambahnya jumlah sampah di pesisir pantai koroe onowa ini.

Pemerintah kabupaten selaku pengambil kebijakan yang seharusnya bertindak tegas dan aktif dalam permasalahan-permasalahan lingkungan khususya tentang permasalahan sampah. Namun, kenyataannya pemerintah kabupaten seperti diam dan membiarkan permasalahan ini berlarut-larut. Oleh karena itu, apabila tidak ada upaya penanggulangan yang dilakukan secara cepat dan tepat maka tidak mustahil pantai koroe onowa ini akan dipenuhi oleh sampah plastik beberapa tahun ke depan.

tumblr_m3ax90Gawo1rv4tg2o1_500Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang peduli terhadap permasalahan lingkungan kita harus berperan aktif dalam mengatasi permasalahan sampah ini. Saya yakin, apabila kita bahu-membahu bekerja sama melakukan upaya penanggulangan sampah di pantai koroe onowa maka pantai tersebut akan terbebas dari sampah.

Selain itu, saya juga menghimbau kepada seluruh pengunjung pantai agar tetap menjaga kebersihan pantai ini. Apalah artinya jikalau hanya kita yang menikmati keindahan pantai koroe onowa ini.

Bagaimana dengan anak cucu kita nanti ? apakah mereka akan bisa melihat pantai koroe onowa yang bersih atau tercemar oleh sampah, itu semua tergantung pada kita sebagai generasi sekarang. Akhirnya kembali lagi pada pepatah lama yang mengatakan “Now or Never!” betul bukan ?

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s