Kedigdayaan Uni Soviet

 

sejarah-riwayat-uni-soviet-kini

Pergolakan kondisi politik di dunia pada abad ke-19 menyebabkan transformasi besar-besaran sistem pemerintahan negara-negara di Eropa. Bermula dari revolusi Prancis pada tahun 1798-1891 yang kemudian  diikuti oleh negara-negara Eropa lainnya dalam tahun-tahun berikutnya. Hak Asasi Manusia yang dijunjung tinggi dan sistem pemerintahan yang Demokratis menjadi karateristik transformasi ini yang menjadikan kesetaraan antar warga negara begitu pun juga dengan HAM-nya semakin mendapatkan tempat.

Kebebasan berkehidupan menjadi kebutuhan primodial yang diutamakan pada akhir abad tersebut. Sebagaimana yang tertuang dalam Declaration of Independence (1774) dan America Bill of Right (1791) yang berisi pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia. Pengakuan sejenis lainnya yang kemudian muncul dalam bentuk deklarasi adalah Droits de l’home et du citoyen di Prancis dan The Universal Declaration of Human Rights pada tahun 1948 yang kemudian melahirkan organisasi dunia yang sekarang dikenal dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Revolusi sosial tersebut juga di rasakan di Rusia pada abad ke-20 setelah runtuhnya pemerintah kekaisaran Tsar yang diktator. Masyarakat Rusia yang sebelumnya familiar dengan ketidakadilan, penindasan, dan ketimpangan sosial antara “Si kaya” dan “Si Miskin” berubah secara tersistematis di bawah pemerintahan Uni Soviet hingga menjadi negara adikuasa pada awal sampai dengan pertengahan abad ke-20.

Revolusi Rusia merupakan peristiwa yang menarik karena Rusia merupakan negara besar yang memiliki sejarah yang terkenal dengan ideologi sosialis-komunis-nya. Ideologi sosialis-komunis tersebut merupakan ideologi yang menjadi acuan utama dalam mengembangkan sistem pemerintahan negara Uni Soviet pada masa awal sampai masa puncak kejayaannya.

Estafet kepemimpinannya yang progresif dan pengaruh peradabannya  yang dirasakan secara global olah masyarakat dunia membuat banyak orang menaruh perhatian khusus pada tahapan perkembangan negara federasi soviet di masa lampau. Mulai dari latar belakang permasalahan yang memicu reformasi sistem pemerintahan, persatuan pembentukan federasi dengan negara-negara tetangga, sampai kiprahnya dalam menjalankan roda pemerintahannya yang sosialis-kumunis itu.

Pembentukan negara Uni Soviet banyak dilatar belakangi oleh kegagalan pemerintahan kekaisaran Tsar Nicholas II dalam mengelola kebijakan-kebijakan publik yang menimbulkan kekecewaan masyarakat secara umum. Kebijakan tersebut seperti persoalan agraria yang hanya menguntungkan para mir (kepala desa) dimana para mir saat itu bisa mendapatkan dan memiliki tanah secara resmi. Sementara di luar mir, tanah-tanah luas hanya dimonopoli oleh kalangan bangsawan dan para petani besar yang menyebabkan kehidupan petani-petani kecil saat itu hanya  jauh dari kehidupan yang sejahtera karena hanya menjadi buruh tani.

Faktor lain yang berpengaruh adalah kondisi sosial masyarakat di negara-negara Eropa yang mulai mengakui hak-hak politik warga negaranya. Kondisi tersebut memicu rakyat turut menuntut hak-haknya. Namun Pemerintahan Tsar Nicholas II tetap bersikukuh mengebiri hak-hak tersebut. Walaupun terdapat instrumen aspirasi masyarakat yang terbentuk, kenyataannya lembaga tersebut hanya berjalan sesuai dengan keinginan Tsar karena para anggotanya di pilih secara subjektif oleh pemerintah sehingga cenderung tidak reprensentatif dan kredibel. Oleh karena itu, tidak membawa pengaruh yang signifikan bagi perkembangan kesejahteraan rakyat.

Disparitas sosial yang mencolok menjadi akibat dari kegagalan pemerintahan Tsar Nicholas II menjalankan pemerintahannya yang menyebabkan  munculnya banyak permasalahan internal negara. Sehingga, timbulah pergerakan separatis yang melahirkan revolusi Februari pada tahun 1917 dan meruntuhkan kekaisaran Tsar Nicholas II sekaligus mengakhiri sejarah dinasti romanov.

Setelah masa dinasti romanov berakhir, kaum kadet yang berpaham liberal menjadi pemimpin pemerintahan sementara.Namun, dalam perjalanannya pemerintahan kaum kadet cenderung kaku dalam mengambil kebijakan karena mereka khawatir akan membuat perubahan yang bisa membawa kekacauan. Akhirnya, kekecewaan rakyat memaksa kaum kadet turun tahta yang kemudian digantikan oleh kaum Menshevik (kaum minoritas pecahan dari Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia).

Kebijakan pemerintahan kaum Menshevik yang bertujuan untuk mengembalikan kehormatan Rusia menjadikan negara ini terlibat dengan beberapa peperangan, salah satunya adalah dengan negara fasis Jerman. Namun, sayanganya Rusia mengalami kekalahan dalam perang tersebut yang menyebabkan integritas pemerintah di mata rakyat menjadi berkurang.

Banyaknya korban yang berjatuhan akibat perang yang berlangsung secara periodik membuat rakyat Rusia semakin menginginkan kedamaian. Kekecewaan dan keinginan rakyat tersebut dimanfaatkan oleh kaum Bolshevik (kaum mayoritas pecahan dari Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia) untuk merebut tonggak kekuasaan yang membuahkan lahirnya Revolusi Komunis pada Oktober 1917.

Tidak diakuinya kepemilikan swasta menjadi hal yang menarik dalam revolusi komunis ini. Negara bertindak sebagai distributor sekaligus koordinator jalannya sistem perekonomian dan pemerintahan yang menghasilkan perombakan besar-besaran terutama dalam permasalahan agraria dan ketenagakerjaan, contonya seperti tanah yang dibagikan oleh pemerintah kepada petani-petani kecil serta para buruh yang diperbolehkan menyita pabrik-pabrik dan juga makanan untuk dibagikan kepada rakyat.

soviet_union_map_3

Selain itu, kaum Bolshevik juga menghimpun delegasi sosialis soviet yang beasal dari RSFS (Republik Federasi Sosialis Soviet) Rusia, RSFS Transkaukasia, RSS (Republik Sosialis Soviet) Ukraina dan RSS Belorusia, untuk membentuk Persatuan Republik Sosialis Soviet pada Desember 1922.

Jika Karl Max adalah orang yang menemukan paham komunis maka Vladimir Lenin adalah orang pertama yang menerapkannya dalam sistem pemerintahan bernegara. Vladimir Lenin adalah orang pertama yang menjadi pemimpin Federasi Persatuan Republik Sosialis Soviet atau Uni Soviet yang baru terbentuk. Dalam perjalanan kepemimpinannya, Lenin melakukan nasionalisasi kepemelikian swasta yang berada di wilayahnya, salah satunya adalah sekolah-sekolah swasta.

Pemerintahan Uni Soviet mengedepankan aspek pendidikan untuk menjemput kemajuan. Motto ini diaplikasikan dalam kebijakan pemerintah mewajibkan anak dari usia tujuh sampai tujuh belas tahun untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Kegitan belajar yang berlangsung juga senatiasa dipantau perkembangannya oleh pemerintah. Kurikulum yang di ajarkan juga tidak hanya menunjang dan menambah pengetahuan anak tentang ilmu politik, ilmu ekonomi, dan ilmu sains. Namun, juga diajarkan tentang seni seperti kerajinan tangan dan sastra serta cabang seni lainnya. Kegiatan oraganisasi juga termasuk dalam program ekstra yang wajib di ikuti oleh anak. Serangkaian pengajaran dan pendidikan tersebut bertujuan agar nantinya generasi penerus Uni Soviet dapat menjadi generasi yang cerdas dan membawa perubahan.

Sepak terjang pemerintahan Uni Soviet terhadap sistem perekonomiannya sangat dirasakan dampaknya oleh rakyat. Salah satunya adalah penerapan kebijakan ekonomi baru NEP (New Economical Policy). Dengan sistem ini, pemerintah memperbolehkan masyarakat menjual hasi bumi (pertanian dan perkebunan) dengan bebas asalkan tidak melanggar regulasi sistem pertanian kolkhoz (kolektif) dan sistem pertanian sovkhoz (negara). Partisipasi masyarakat yang mumpuni ternyata berhasil mensukseskan kebijakan ekonomi ini sehingga dapat menambah kesejahteraan rakyat.

Kebijakan ekenomi pemerintahan tersebut dalam perkembangannya menjadi cikal bakal terwujudnya sistem ekonomi sosialis di Uni Soviet. Sistem ekonomi sosialis sebenarnya memiliki beberapa keunggulan daripada sistem ekonomi lainnya seperti, rancangannya tersistematis sesuai dengan perencanaan negara, tidak adanya kelebihan dan kekurangan produksi barang maupun jasa, dan keuntungan yang diperoleh nantinya akan di manfaatkan oleh negara untuk kemakmuran bersama.

Sepeninggal Lenin pada tahun 1924, Joseph Stalin kemudian melanjutkan kepemimpinannya dengan membuat rancangan lima tahun untuk mengembangkan perekonomian Uni soviet. Untuk periode lima tahun pertama ia memfokuskan pembangunannya pada industrialisasi besar-besaran serta moderenisasi dalam bidang pertanian.

Buah dari industrialisasi tersebut sebenarnya telah terasa sejak tahun 1920, ketika rencana pembangunan pembangkit energi listrik menghasilkan 10 unit pembangkit listrik dengan produksi total sebesar 253.000 kilowatt. Pembangunan pembangkit listrik tersebut terus di lakukan dan dioptimalkan sampai tahun 1935, telah terdapat 95 unit pembangkit listrik dengan keluaran daya total 4.345.000 kilowatt yang menjadikan Uni Soviet sebagai produktor energi listrik nomor tiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan Jerman.

Selain itu, produksi bahan tambang Uni Soviet juga meningkat pada tahun 1935. Menurut Leon Trotosky (Sekretaris Jendral Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet) sejak tahun 1933-1935 produksi baja dan pelat gulung telah meningkat hampir tiga kali lipat dari jumlah produksi sebelumnya sedangkan produksi minyak, batu bara, dan besi telah meningkat tiga sampai tiga kali lipat dari tingkat yang di capai sebelum perang.

Kemajuan industri yang dialami oleh Uni Soviet bukanlah satu-satunya kemajuan yang terjadi di negara tersebut. Moderenisasi alat transportasi yang meliputi transportasi darat, laut, dan udara menyebabkan lompatan kemajuan yang berpengaruh besar terhadap berkembangnya perekonomian Uni Soviet. Itu terbukti dengan adanya Aerofolt sebagai perusahaan penerbangan terbesar di dunia yang semakin mempertegas kemajuan Uni Soviet dalam bidang transportasi.

russiansoldiers2Kekuatan militer Uni Soviet merupakan salah satu kekuatan militer terkuat di dunia. Apalagi  setelah peristiwa terjadinya pelanggaran pakta non agresi molotov ribbentrop oleh nazi Jerman kepada Uni Soviet yang memaksa Uni Soviet kembali terlibat dalam kancah peperangan dengan negara fasis tersebut. Namun, pada akhirnya Uni Soviet berhasil memukul mundur pasukan nazi jerman dari kawasan Eropa Timur. Walaupun, dengan harga yang cukup mahal. Sehingga, menyebabkan kekuatan militer Uni Soviet kala itu sangat diperhitungkan.

Dengan demikian, terlihat bahwa Uni Soviet pada pertengahan abad ke-20 mejadi kekuatan adidaya baru yang menyaingi Amerika Serikat bahkan pasca perang dunia ke-2 serta perlu diketahui bahwa Amerika Serikat bangkit pasca perang dengan dua per tiga emas dunia di brankasnya sehingga sepertinya kurang sesuai jika dibandingkan dengan pencapaian Uni Soviet yang melewati proses dalam memajukan negaranya.

Beragamnya peristiwa penting yang mewarnai perkembangan Uni Soviet menjadi negara adidaya, menjadikan sejarahnya sangat menarik sekaligus bermanfaat untuk di pelajari karena dapat berfungsi sebagai panduan untuk mengembangkan sebuah organisasi maupun sebuah negara. Tentu, dengan proses filterisasi terlebih dahulu.

Kejeniusan para pemimpinnya dalam menjalankan roda pemerintahan serta hegemoni masyarakatnya yang senantiasa berpartisipasi aktif mendukung program pemerintah yang pro-rakyat sangat membantu Uni Soviet menjadi negara adidaya di pertengahan abad ke-20, mengalahkan negara-negara lainnya. Pengaruhnya pun masih terasa sampai saat ini. Memang, negara besar selalu mempunyai magnet tersendiri bagi para pengagumnya.

Kemunculan negara adidaya Uni Soviet menjadi stimulan bagi negara-negara lainnya untuk bisa berkembang menjadi lebih maju. Hardskill, Konsistensi, dan Dedikasi, merupakan beberapa hal  dari banyak hal lain yang bisa kita contoh dari negara ini.

Namun, semuanya juga pasti  berakhir pada waktunya. Menjelang penghujung masanya, Uni Soviet mengalami kekacauan ekonomi akibat dari kegagalan upaya peningkatan eksistensi ideologi sosialis-komunis dalam bidang sosial maupun ekonomi negara. Sehingga memaksa negara adidaya yang sempat berjaya tersebut harus bersedia mengakiri sejarahnya yang menarik.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s