Uniknya Kuadran Cashflow Robert

Gowa, 13 April 2017.

Beberapa hari yang lalu, sempat saya berjalan menju toko buku Gramedia untuk mencari buku tips analisa keuangan dan perpajakan. Memang saya belum punya judul yang spesifik tentang buku yang saya cari. Saya hanya punya keinginan untuk menambah pengetahuan saya di bidang keuangan dan perpajakan. Jika dipikir lebih jauh memang kurang sinkron antara program studi yang saya ambil dengan buku yang saya cari, namun karena tuntutan cita-cita yang ingin diraih akhirnya sayapun dengan semangat mencari buku tersebut.

Belum khatam juga buku yang saya baca tentang seorang gadis keturunan tionghoa miskin yang merintis usahanya hingga berhasil menggapai kesuksesannya menjadi seorang pengusaha bahkan motivator terkenal, Marry Riana dengan bukunya yang terkenal ‘Million Dollar Dream”. Dijelaskan didalam bukunya bahwa seorang pengushaa yang baik harus mengatahui tentang lika-liku dunia keuangan khususnya pendapatan yang akhrinya menambah gairah saya untuk mempelajari mengenai seluk beluk cara memulai usaha.

Pada awalnya, saya memang berencana untuk menjadi seorang insinyur profesional yang bekerja sesuai dengan bidang keprofesionalan saya dibidang keteknikan. Namun, setelah membaca buku-buku tentang kesuksesan seorang pengusaha merintis bisnisnya sayapun seperti terbawa suasana untuk mengikuti jejak mereka.  Memang tidak mudah untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses namun kita pun bisa belajar dan berusaha kuat untuk mewujudkannya. Betul bukan? Amin..

Baik Singkat cerita, setelah lama berkeliling-keliling mencari buku yang cocok dengan keinginan saya. Saya akhirnya menemukan buku yang menarik, judulnya adalah “How ‘A’ student work for ‘C’ student” yang ditulis oleh Robert Kiyosaki. Sinopsisnya cukup menarik karena bercerita mengenai kiat-kiat yang bisa dilakukan oleh seseorang siswa ‘C’ untuk sukses secara finansial mengalahkan siswa ‘A’. Siswa C melambangkan siswa kapitalis yang kurang sukses secara akademik sedangkan siswa A melambangkan siswa yang cakap secara akademis.

Pernyataan-pernyataan penulis yang inovatif dan cenderung kontroversial membuat buku ini layak untuk dibaca dengan hati-hati. Sehingga, makna yang berusaha disampaikan oleh penulis dapat ditangkap dengan benar tidak di “telan” secara mentah. Salah satu hal yang membuat saya tertarik dengan buku ini adalah tentang kuadran Casflow-nya.

cashflow-quadrant-2.png

Kuadran cashflow adalah jenis kuadran yang membagi orang-orang menjadi 4  kelompok. Kelompok yang berada di kuadran kiri adalah kelompok “E” employe dan “S” small busines. Sedangkan kelompok yang berada di kuadran kanan adalah kelompok “B” big busines dan “I” investor. Kelompok kuadran kiri digambarkan sebagai kelompok yang kurang beruntung dari sudut pandang arus kas karena mereka dibebankan pajak yang lebih besar dibandingkan dengan  dengan kelompok kuadran kanan. Kenapa demikian? Salah satu alasannya adalah karena kelompok orang yang berada di kuadran kanan mempunyai satu manfaat utama yang sesuai dengan visi pemerintah manapun di dunia yakni menciptakan lapangan kerja baru.

Orang-orang yang berada di kelompok “B” adalah kelompok pengusaha yang mandiri dan dapat menjalankan bisnisnya walaupun si pengusaha tidak bekerja. Sehingga aliran pendapatan akan mengalir secara terus menerus ke kantong pengusaha. Jenis pengusaha jenis ini disebut sebagai “Pengusaha yang Memiliki Pekerjaannya” bukan “Pekerjaan yang Memiliki Pengusahanya”. Dijelaskan juga bahwa kelompok pengusaha yang masuk ke dalam kelompok ini adalah mereka yang telah mempunyai karyawan minimal 500 orang atau lebih. Lumayan…

Sedangkan kelompok “I” adalah kelompok investor yang menginvestasikan propertinya. Properti yang dimaksud disini adalah properti dalam arti yang luas tidak hanya sekedar bangunan saja. Ada hal yang juga menarik tentang kelompok investor ini yakni mereka tidak membayar pajak sepersenpun. Sehingga aliran kas yang masuk ke kantong mereka setiap kali mendapatkan keuntungan adalah murni tanpa biaya potongan apapun.

Semakin dalam saya membaca buku ini semkain tertarik saya mempelajari dunia keuangan. Bahkan, beberapa gagasan di dalam buku ini membuat saya melihat dengan sudut pandang baru dunia keungan dan juga termasuk kapitalisme. Pemberian doktrin tentang perubahan konteks kearah “Konteks Orang Kaya” juga membuat saya banyak tercerahkan dari sekian banyak kesalahan berpikir tentang pengaruh dan manfaat pemilik modal.

Dengan mempelajari dengan lebih mendalam mengenai istilah-istilah keuangan yang terdapat pada kuadran ini saya rasa bisa menambah wawasan serta rasa ingin tau saya terhadap dunia keuangan. Sehingga harapannya bisa saya untuk merencanakan pola pendapatan masa depan yang saya inginkan dan semoga juga menjadi langkah awal untuk memulai usaha baru dan menciptakan lapangan kerja bagi orang banyak. Amin..

Bagaimanapun kuadran Cashflow sangat menarik dan tentunya bermanfaat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s