Ber-Seni dengan Tulisan

Pikiran banyak tak terdefinisi dengan ucapan namun bisa diekspresikan dengan sebuah tulisan. Karakteristik orang seperti ini memang unik, tak pandai berbicara namun fasih menulis. Gagasan-gagasanya lebih mudah di tuangkan dalam rangkaian kata-kata yang berisi dan jelas. Penyebabnya? Mungkin karena tak sering bicara dan lebih banyak membaca.

Terdapat hal yang berbeda ketika tangan mulai bergerak menuliskan bait-bait kata. Sepertinya, gerakan tangan terhubung langsung dengan perasaan yang menggelora menghasilkan tulisan-tulisan yang mewakili cerminan suasana hati dan pikiran yang sedang melanda seseorang. Suasana hati yang dimaksud disini adalah kondisi perasaan penulis terhadap diri sendiri atau lingkungan sekitarnya. Semakin mampu penulis menjiwai suasana hatinya, menurut hemat saya, akan semakin sarat tulisan penulis akan makna. Di sinilah poin menariknya.

Walaupun melakukan hal yang sama, pasti terdapat perbedaan suasana hati antara orang yang satu dengan orang yang lain. Inilah yang dinamakan sebagai sudut pandang. Sudut pandang, kerap kali digambarkan sebagai cara melihat sesuatu hal dari lain sisi. Namun, saya lebih luas bisa mengartikannya sebagai seni manusia.

Seni manusia adalah ekspresi yang ditimbulkan seorang manusia ketika merespon suatu kejadian yang dituangkan pada medium tertentu. Dalam hal ini, adalah tulisan. Semakin cerdas seseorang menggunakan seni yang ada dalam dirinya untuk merespon kejadian maka saya yakin mereka pun bisa merangkai kata-kata yang baik dan berbobot. Dengan kata lain, seni manusia yang diekspresikan dengan baik menentukan suasana hati seorang penulis yang pada hasilnya tercermin dari tulisannya.

Pernahkah kita mengalami hari yang sangat buruk? Saya kira semua pernah. Cobalah untuk menulis ketika itu terjadi. Maka saya percaya bahwa tulisan kita akan memuat hal yang lebih ekspresif daripada biasanya. Itu terjadi karena seni yang ada dalam diri kita diekspresikan dengan perhatian penuh akibat pengaruh internal ataupun eksternal yang membentuk suasana hati yang buruk dengan kekuatan yang besar. Alhasil, jadilah tulisan yang mengandung emosi kuat yang membuat pembaca ikut tenggelam merasakan perasaan yang dialami atau digambarkan oleh penulis di dalam tulisannya.

Wang-wangi – 20 Juni 2017

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s